Disebut dalam FinCen File

Disebut dalam FinCen File

Sambungnya, jika transaksi disebut dinyatakan positif penuhi beberapa unsur transaksi yang meresahkan seperti ditata oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Karena itu Bank akan lakukan laporan Laporan Transaksi Keuangan Meresahkan (LTKM) ke Pusat Laporan serta Analisa Transaksi Keuangan (PPATK),” katanya.

Disamping itu, Direktur Penting PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja, pastikan bila faksinya tetap ikuti ketentuan yang ada.

“BCA tetap comply dengan ketentuan perundang-undangan di bagian perbankan serta Anti Pencucian Uang dan Pembiayaan Terorisme /APUPPT,” tegas Jahja.

Mengenai 19 bank itu salah satunya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Semua transaksi itu diolah lewat 4 bank yang berbasiskan di Amerika Serikat, yaitu The Bank of New York Mellon sekitar 312 transaksi, Deutsche Bank AG (49 transaksi), Standar Chartered Plc (116 transaksi), serta JP Morgan Chase & Co (19 transaksi).

Ke-4 bank itu selanjutnya memberikan laporan kesibukan meresahkan ke FinCEN. Mengenai dalam perincian 19 bank ini, ada beberapa bank pelat merah seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Berikut urutan lengkap 19 bank dengan saluran dana ganjil dan nominal transaksinya:

1. DBS Indonesia (8 transaksi)

Uang Keluar: USD 1,51 juta

Uang Diterima: USD 1,99 juta

2. Bank Mandiri (111 transaksi)

Uang Keluar: USD 250,39 juta

Uang Diterima: USD 42,33 juta

3. Bank Windu Kentjana (49 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 130,81 juta

4. BCA (19 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 753,760 juta

5. CIMB Niaga (7 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 4,88 juta

 

error: Content is protected !!