Draf Revisi UU BI Kembali

Draf Revisi UU BI Kembali

Pengesahan Koreksi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999 mengenai Bank Indonesia (BI) akan berefek besar ke pasar keuangan serta dinamika ekonomi. Faktanya, draf koreksi UU yang tengah diulas Tubuh Legislasi DPR RI ini bawa kemerosotan buat independensi Bank Indonesia.

“Jika ini diterapkan akan mengubah pasar serta dinamika ekonomi yang berlangsung,” kata Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto, dalam dialog Koreksi UU BI & Perppu Reformasi Keuangan: Ingin Dibawa Ke mana Independensi Bank Sentra?, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Keseluruhannya Eko memandang draf itu bawa Bank Indonesia (BI) kembali pada waktu orde lama serta orde baru. Serta beberapa aspeknya terlihat cuman menyalin dari undang-undang BI pada tahun 1953 serta 1968.

“Beberapa aspeknya ini copy-paste Undang-Undang tahun 1953 serta 1968. Seakan-akan bernostalgia,” tutur Eko.

Walau sebenarnya interferensi pemerintah ke Bank Indonesia mengakibatkan KLBI, BLBI serta beberapa jenis yang menggerakkan keadaan keuangan meledak. Di lain sisi, kenyataannya Pemerintah sekarang ini tengah mempersiapkan penguatan bank sentra.

Tetapi belum tahu penguatan itu akan tercantum pada bentuk Perppu, Perpres atau yang lain. Penguatan ke Bank Indonesia (BI) itu digadangkan untuk menentramkan pasar keuangan ditengah-tengah ketidaktetapan karena epidemi Covid-19.

“Untuk memenangi pasar serta bagian keuangan kita tidak bising dengan gagasan perkembangan peraturan,” katanya.

Walau sebenarnya beberapa gagasan perkembangan peraturan memberi bantuan pada gerakan harga pasar.

Awalnya, VP Economist Bank Permata, Josua Pardede mengkritik gagasan koreksi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 mengenai Bank Indonesia (BI).

“Dengan referensi dari Baleg (Tubuh Legislasi) itu, mempunyai potensi mengganggu independensi Bank Indonesia untuk bank sentra. Ditambah lagi pemerintah mempunyai hak voting dalam RDG.

Josua menerangkan, sesuai UU No.  Yaitu kestabilan nilai mata uang pada barang serta layanan, dan kestabilan pada mata uang negara lain.

“Tetapi hal tersebut masih mempunyai potensi mengganggu independensi bank sentra,” katanya.

Oleh karena itu, di menggerakkan independesi BI perlu diperkokoh dalam rencana membuat kestabilan perekonomian.

error: Content is protected !!