Ekonom Sebut RUU BI Cuma Copy-Paste

Dia memandang, RUU ini tidak mempunyai urgensi. Serta dia menyebutkan produk ini adalah kombinasi di antara Orde Lama serta orde Baru.

Menurut dia, ada banyak faktor yang ganjil dengan diusulkannya dewan kebijaksanaan ekonomi makro.
“Serta beberapa faktor yang menurut saya bermakna ini yang berperan bertambah ke dewan moneter. Dewan gubernurnya peranannya jadi tergerus lagi,” katanya. Dia memberikan tambahan, dengan keadan semacam itu, maka menimbulkan pertanyaan di publik, intinya dari pasar keuangan.
“Jika misalnya versus ini yang dibuat referensi, karena itu ya pasti jadi pertanyaan beberapa orang, khususnya dari pasar keuangan.  Selanjutnya, Eko merekomendasikan supaya draft saran RUU BI ini ditebarluaskan agar dinilai banyak faksi.
Pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menggodok Perppu Reformasi Keuangan serta Koreksi UU Bank Indonesia (BI). Banyak faksi lihat ini akan punya pengaruh pada independensi serta integritas Bank Sentra.
Guru Besar Pengetahuan Ekonomi UNDIP Prof. Dr. Fx Sugiyanto mengatakan, minimal ada dua hal yang dinilai jadi background pentingnya ada koreksi UU BI, yakni independensi serta pengaturan.
Dia menerangkan, berdasar UU BI yang berlaku sekarang ini, BI tidak mempunyai arah berkaitan perkembangan ekonomi keseluruhannya. Sementera menurut dia, BI harusnya ikut peran dalam perkembangan ekonomi Tanah Air.
“Jika di undang-undang yang saat ini arah Bank Indonesia itu tidak menyangkutkan dengan perkembangan ekonomi.
Selanjutnya, FX Sugiyanto mengutamakan pada ide perkembangan ekonomi berkepanjangan untuk arah dari BI. Dimana dia memandang, stabilisasi harga adalah sisi dari usaha untuk capai perkembangan ekonomi berkepanjangan.
“Kita bicara mengenai ide berkepanjangan, karena itu sebenarnya didalamnya sudah pasti berkaitan dengan bagaimana kualitas perkembangan itu harus diraih.
Awalnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ajukan saran koreksi Undang-Undang mengenai Bank Indonesia (BI). Ini memunculkan kecemasan buat investor. Karena, koreksi ini dipandang akan mengurangi independensi BI.
error: Content is protected !!