Perkembangan Perbankan

Perkembangan Perbankan

Perubahan perbankan memperlihatkan dinamika dalam kehidupan ekonomi. Sebelum sampai pada praktik-praktik yang berlangsung sekarang ini, terdapat beberapa persoalan yang berkaitan dengan beberapa masalah perbankan ini. Permasalahan penting yang ada dalam praktek perbankan ini ialah penataan skema keuangan yang terkait dengan proses penetapan volume uang yang tersebar dalam perekonomian. Skema keuangan, yang terbagi dalam kewenangan keuangan (financial authorities), skema perbankan serta skema instansi keuangan bukan bank, pada intinya adalah tatanan dalam perekonomian satu Negara yang mempunyai peranan penting dalam sediakan sarana jasa-jasa keuangan. Sarana layanan itu diberi oleh lembaga-lembaga keuangan, termasuk juga pasar uang serta pasar modal.

Pada umumnya instansi keuangan bisa dikelompokan dalam dua bentuk yakni instansi keuangan bank serta instansi keuangan bukan bank. Skema perbankan di Indonesia dibedakan berdasar manfaatnya yang terbagi dalam Bank Sentra, Bank Umum, serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank umum dalam kegiatannya memberi jasa-jasa dalam jalan raya pembayaran. Disamping itu, Bank Perkreditan Rakyat, berdasar ketentuan perundang-undangan, dalam penerapan kegiatannya mengumpulkan dana, bisa terima tabungan serta deposito berjangka, tetapi tidak diperbolehkan terima simpanan giro serta tidak diperbolehkan anggota jasa-jasa dalam jalan raya pembayaran.

Perubahan perbankan yang makin dinamis serta kompleks membuat kewenangan moneter berupaya membuat Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Adanya API, diinginkan bank nasional dapat berkompetisi bukan hanya pada fragmen pasar lokal dan juga pada pasar internasional.

Pada periode tahun 1974-1982 perekonomian Indonesia berubah lumayan baik sebab didukung oleh export migas yang lumayan tinggi. Mahalnya harga minyak di saat itu mengubah akseptasi dalam negeri hingga dana pembangunan cukup ada untuk mendukung pekerjaan investasi.

error: Content is protected !!