Sekilas Profil dan Perjuangan

Sekilas Profil dan Perjuangan

Nek Fauzi (kanan) bersama-sama H Hasani HamidPersembahan Paling baik itu ialah ‘Kota Sungai Penuh’

Sungai Penuh, Merdekapost.net – Alhamdulillah pada akhirnya sesudah jalani hukuman, di hari senin 29/9 -2015, Bupati Kerinci pertama masa reformasi serta aktor penting yang membidani kelahiran wilayah otonum baru Kota Sungai Penuh pada akhirnya mengisap udara bebas.

Acara sukuran atas bebasnya tokoh pejuang pemekaran kota Sungai Penuh H.Fauzi Siin seolah-olah tidak ubahnya dengan pembebasan tokoh Afrika Selatan Nelson Mandela, serta ungkapa rasa sukur atas bebasnya Bekas Bupati dua periode yang arsitek pembentukkan Kota Sungai Penuh didatangi beberapa famili, handai taulan,beberapa ratus tokoh warga/penopang tradisi serta bekas birokrat masa kepemimpinan H.Fauzi Siin sebagai Bupati Kerinci

Disamping itu terlihat ada Wakil Walikota Sungaipenuh Ardinal Salim, bekas PJ Walikota Sungaipenuh Masril Muhammad serta Hasvia. Terlihat ada, bekas Wakil Bupati Kerinci Hasani Hamid, anggota DPRD Sungaipenuh Buzarman, Desrianto, Satmarlendan serta anggota DPRD Sungaipenuh yang lain.

Disamping itu, bila dibaca kembali lagi, cuplikan dari tanggapan Jaksa Penuntut Umum di saat persidangan Fauzi Siin sekian tahun lalu, Indra, SH seperti dikutip Post Kota News, ia menjelaskan jika “Dengan dikeluarkannya klarifikasi rehab nama H Fauzi Siin oleh Mahkamah Agung RI beberapa lalu, dikatakan oleh Indra, SH, tuduhan yang didugakan ke H Fauzi Siin ialah aksi kebijaksanaan yang berlawanan dengan ketentuan, bukan suatu hal yang untuk di nikmati atau dipunyainya”.

“Kasihan Pak Fauzi harus memikul beban perjuangan untuk rakyatnya”. Papar Indra pada saat itu.

“Nek”, demikian panggilan dekat Letkol. Czi (Purn)

Letnan Kolonel.Czi (Purn)

Dusun Sungai Penuh semenjak awal nya terbagi dalam Larik Pantai (Rio Mendiho),Larik Iyun (Rio Jayo), Larik Baru (Rio Temenggung)

Ayahanda H.Fauzi Siin – H.Muhammad Siin datang dari luhah (larik) tengah Penopang Rajo, sedang ibunda beliau Hj.Saibah dari luhah (larik) Di tahun 1920 Muhammad Siin yang sudah mempunyai “Otopit” pulang ke Kerinci serta buka usaha penggilingan kopi serta padi (Huller).

error: Content is protected !!