Skandal Keuangan yang Libatkan Bank Besar Dunia

Skandal Keuangan yang Libatkan Bank Besar Dunia

Merilis dari situs BBC, Selasa (22/9/2020), dokumen FinCEN sudah menyingkap seputar USD 2 triliun transaksi. Dimana bank berasa cemas mengenai apakah yang kemungkinan dilaksanakan nasabah mereka. Dokumen-dokumen ini ialah beberapa rahasia skema perbankan internasional yang sangat dijaga erat.

Bocoran itu selanjutnya diketahui untuk dokumen FinCEN.

FinCEN sendiri adalah sisi di Departemen Keuangan AS yang melawan kejahatan keuangan. Bila ada kecemasan mengenai transaksi yang dilaksanakan dalam dolar AS, karena itu perlu dikirim ke FinCEN. Serta bila itu berlangsung di luar AS.

Kesibukan yang dipandang meresahkan dicatat dalam laporan kesibukan meresahkan (Suspicious Activity Report/SAR). Dimana uang itu nanti tidak dihubungkan dengan kejahatan.

Dalam ini, Bank semestinya pastikan jika mereka tidak menolong nasabah untuk membersihkan uang atau mengalihkannya secara menyalahi ketentuan. Dengan cara hukum, Bank harus tahu siapa nasabah mereka. Masih kurang cuma ajukan SAR selanjutnya ambil uang kotor dari nasabah sekalian menginginkan faksi berkuasa untuk mengatasi permasalahan itu. Bila bank mempunyai bukti kesibukan kriminil, karena itu harus stop mengalihkan uang tunai dari nasabah yang berkaitan.

Ia menjelaskan, dokumen itu menyorot jumlah uang yang mengagumkan besar yang terjebak. Dalam dokumen FinCEN, ada catatan yang meliputi seputar USD 2 triliun transaksi. Mengenai jumlah itu cuma beberapa kecil dari SAR yang disodorkan semasa periode itu.

Jejeran skandal yang sukses dijelajahi dari dokumen FinCEN:

– HSBC yang sudah meluluskan penipu untuk mengalihkan juta-an dolar uang curian ke penjuru dunia. Serta sesudah mengenali dari penyelidik AS jika pola itu ialah penipuan. Bank selanjutnya mendapatkan jika perusahaan itu kemungkinan dipunyai oleh mafia dalam perincian 10 Orang Paling Dicari FBI.

– Seksi intelijen FinCEN menyebutkan Inggris dikatakan sebagai ‘yurisdiksi beresiko bertambah tingg’ dibanding dengan Cyprus. Itu sebab banyaknya perusahaan yang tercatat di Inggris ada dalam aduan SAR. Lebih dari 3.000 perusahaan Inggris disebut dalam dokumen FinCEN, ini semakin banyak dari negara lain mana saja.

error: Content is protected !!