Transformasi Digital Perbankan

Perlambatan ekonomi global karena epidemi Covid-19 jadi rintangan baru buat industri perbankan. Situasi ini tuntut perbankan untuk lakukan transformasi ke skema digital dengan cara end to end.

Digitalisasi tidak cuma mengambil tehnologi tercanggih yang gantikan skema konservatif. Kebalikannya, digitalisasi perlu diiringi dengan perkembangan sudut pandang serta perkembangan sikap dalam melakukan bisnis.

“Tidak cuma proses usaha, mengambil tehnologi tercanggih serta gantikan yang telah ada.

Tehnologi digital ini harus diimbangi dengan tingkatkan keamanan, service s/d sdm yang oke untuk keseimbangan digitalisasi. Ada tiga pandangan penting yang penting dimasukkan supaya proses digitalisasi ini membuahkan perolehan optimal.

Pertama, pola pikir perbankan dalam bereksperimen serta membuat produk harus berdasar kemauan konsumen setia atau nasabah. Di masa digital ini, pertandingan bukan hanya tuntut macam produk barang serta layanan yang variasi.

Lebih dari itu, kenyamanan konsumen setia perlu jadi alasan penting. Industri perbankan atau layanan keuangan yang lain perlu memberi keunggulan bersaing dalam personalisasi service.

“Karena itu harus beralih sesuai keperluan customer serta customer sentris,” kata Filianingsih.

Ke-2, produk yang ditawarkan jangan cuma standard, tapi harus sesuai keperluan customer. Produk perbankan tidak bukan lagi fokus pada nilai lebih.

Seumpama service yang sejauh ini cuma di nikmati nasabah plantinum, sekarang harus dapat juga di nikmati semua nasabah.

Asisten Gubernur Bank Indonesia ini menjelaskan sekarang ini bukan waktunya antar industri sama-sama bersaing dengan seru. Kebalikannya, antar industri harus sama-sama bekerjasama. Ada kerjasama ini sudah dapat dibuktikan tingkatkan transaksi perbankan yang naik sampai 20 %.

“Kompetisi bukan satu musuh satu, tetapi kerjasama dengan seluruh pihak serta kompetisi sehat,” katanya.

Ke-3, kestabilan finansial yang perlu bergerak sesuai usaha jaga kestabilan moneter serta kestabilan skema keuangan dalam kelancaran skema pembayaran.

Dalam ini Filianingsih menjelaskan perbankan harus berencana supaya berubah dengan cara maksimal. Konsep kehati-hatian harus tetap diprioritaskan serta dipertahankan.

error: Content is protected !!